- Published on Tuesday, 20 September 2011 00:00
- Written by Daniel K. Listijabudi
Baca: Kejadian 50:15-21
”Jadi
janganlah takut, aku akan menanggung makanmu dan makan anak-anakmu
juga.” Demikianlah ia menghiburkan mereka dan menenangkan hati mereka
dengan perkataannya (Kejadian 50:21)
Bacaan Alkitab Setahun:
Yehezkiel 46-48
Orang
yang merasa bersalah, biasanya juga takut. Pernahkah Anda dikejar-kejar
oleh dua perasaan yang saling terkait ini? Sebuah tindakan jahat di
masa lalu bisa terus tersimpan di ingatan pelakunya, kecuali si pelaku
sudah berhati batu. Jika hati Anda lembut, rasa bersalah itu akan terus
menghantui dan membuat hidup tidak tenang. Itulah yang terjadi pada
saudara-saudara Yusuf.
Mereka sangat menyadari kesalahan mereka
di masa lalu. Maka, ketika Yakub meninggal, mereka kembali dihinggapi
ketakutan, bahwa Yusuf akan membalas kejahatan mereka dan tidak lagi
bersikap baik kepada mereka. Maka, setelah tujuh belas tahun hidup
bersama di Mesir, mereka kembali memohon pengampunan Yusuf atas
kesalahan mereka di masa lalu.
Bahkan mereka menyatakan bersedia
menjadi budak Yusuf. Bagaimana sikap Yusuf? Yusuf menunjukkan bahwa
sikapnya tetap sama; baik semasa Yakub masih hidup maupun setelah Yakub
tiada. Yusuf memang tak lupa pada kejahatan mereka dulu. Namun, Yusuf
telah menemukan makna peristiwa masa lalu itu; yakni agar ia dapat
memelihara hidup suatu bangsa yang besar (ayat 20). Jadi, ia melegakan
hati saudara-saudaranya dengan berkata: ”Jangan takut”. Sikap, kata,
refleksi, dan tindakan Yusuf menenangkan dan menghibur hati mereka.
Bagi
Anda yang dirundung ketakutan karena rasa bersalah, sungguh menenangkan
hati jika Anda segera menuntaskannya. Bagi Anda yang berada di posisi
seperti Yusuf, janganlah menunda untuk melegakan hati orang yang datang
kepada Anda dengan rasa takut dan sesal. Segera hangatkan hatinya dengan
pengampunan dan harapan baru —DKL
CINTA DAN PENGAMPUNAN YANG SEJATI
SANGGUP MENGHANGATKAN KEBEKUAN HATI
SANGGUP MENGHANGATKAN KEBEKUAN HATI

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komen berarti Tanggapan. Terima Kasih :) Gbu