- Written by Juswantori Ichwan
Baca: Nehemia 4:1-6
Siapa menghina sesamanya, tidak berakal budi, tetapi orang yang pandai, berdiam diri (Amsal 11:12)
Bacaan Alkitab Setahun:
Yehezkiel 5-7
Apa
gunanya membangun gedung baru? Gereja ini hanya memikirkan diri
sendiri. Tidak mau mengabarkan injil!” seru si Ali ketika mendengar
rencana perluasan dan pembangunan gerejanya. Sekilas kritiknya terdengar
rohani. Padahal ia hanya suka mengkritik. Ia sendiri tidak tertarik
mengabarkan Injil. Ia hanya menempatkan diri sebagai oposan—yang
menentang apa pun kebijakan pengurus gerejanya. Rupanya Ali sakit hati
karena merasa diri layak menjadi pengurus, tetapi tak pernah terpilih.
Sanbalat
juga seorang pengkritik. Gubernur Samaria ini berniat menguasai daerah
Yudea juga. Ambisinya terancam gagal saat Nehemia datang dengan ide
membangun kembali tembok Yerusalem. Semua penduduk Yudea mendukungnya.
Sanbalat pun langsung mengkritik. Menurutnya, pekerjaan itu sia-sia.
Potensi umat tidak cukup. Tembok yang dibangun pasti tidak kokoh.
Diloncati anjing hutan saja bakal roboh! (ayat 3). Kritik negatif itu
tentu menyakitkan hati Nehemia dan umat yang sedang bersemangat
membangun tembok. Namun, Nehemia tidak membalas dengan makian.
Diadukannya perkara ini pada Tuhan. Ia berdoa, mencurahkan
keluh-kesahnya, lalu meneruskan pembangunan. Dan, Tuhan menguatkan dan
membuatnya berhasil!
Apakah Anda dikenal sebagai si
pengkritik? Kritikan negatif bisa mengecewakan dan mematahkan semangat
orang. Berhati-hatilah. Sebaliknya, apabila Anda dikritik saat sedang
melakukan apa yang benar, jangan membalas. Bawa keluh-kesah itu kepada
Tuhan. Dia akan menenangkan hati dan pikiran Anda. Dia juga akan
memberikan semangat untuk maju lagi dengan kekuatan baru —JTI
JIKA ANDA TIDAK BISA MENGATAKAN APA PUN YANG BAIK
LEBIH BAIK JANGAN KATAKAN APA PUN
LEBIH BAIK JANGAN KATAKAN APA PUN

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komen berarti Tanggapan. Terima Kasih :) Gbu