Sabtu, 26 Mei 2012

Humor sejenak...mari senyum2.. ^_^



Humor disini dimaksudkan untuk, menambah sukacita, menambah gairah dalam pelayanan dan tidak dimaksudkan untuk memojokkan seseorang apalagi menyangkut sara.
 
JADILAH ORANG YANG FLEKSIBEL

Seorang pemuda yang akan berangkat ke ladang misi pamit kepada Pendetanya.
Pemuda: "Pak, tolong doakan, besok saya akan pergi ke ladang misi."
Pendeta: "Pergilah, Nak. Hati-hatilah di negeri orang, kau harus pandai bergaul, supaya banyak memenangkan jiwa."
Pemuda: "Bagaimana resepnya, Pak?"
Pendeta: "Ya, kalau kamu bertemu dengan tukang tahu, bicaralah soal tahu. Jika bertemu dengan tukang lontong, bicaralah soal lontong, dan jika bertemu dengan tukang sayur, bicaralah soal sayur."
Pemuda: "Bagaimana jika bertemu dengan ketiganya, Pak?"
Pendeta: "Ya, bicaralah soal gado-gado, Nak."
(Sumber: Manna Sorgawi)



MENCOBAI

Jono pengkhotbah muda. Dengan semangat Jono berkata,
"Kalau ditampar pipi kirimu, berikan pipi kananmu!"
Perkataan itu selalu di ulang-ulang dalam khotbahnya, sehingga Budi yang mendengar khotbahnya ingin menguji perkataan Jono.
Selesai khotbah Budi langsung menampar pipi kiri Jono dan Jono memberi pipi kanannya juga untuk ditampar.
... Dua hari kemudian Jono meninju muka Budi. Sembari menahan sakit, Budi protes kepada Jono: "Kok kamu membalasnya?"
Dengan santai Jono menjawab: "Apa yang kamu tabur, itulah yang kamu tuai... dan bisa berlipat ganda"
(Sumber diedit dari kiriman: Jan Lian Tondang)

SEMAKIN BAIK

Seorang anak kecil berada di pangkuan opanya. Setelah memandangi pipi opanya yang sudah banyak kerutnya, si kecil Christo bertanya kepada opanya.
Christo: "Opa, apa Tuhan menciptakan Opa?"
Opa: "Ya, sayang. Tuhan menciptakan Opa beberapa puluh tahun yang lalu."
Christo: "Opa, apa Tuhan menciptakan Christo juga?"
Opa: "Tentu, sayang. Beberapa waktu kemudian Tuhan menciptakan Christo juga."
Christo: "Ternyata buatan Tuhan semakin lama semakin baik ya, Opa..."
(Sumber : Manna Sorgawi)

NYESEL SELANGIT
Kita memang tidak boleh menyesali apa yang sudah terjadi, tapi apa mau dikata, penyesalan selalu terjadi tanpa bisa kita cegah. Mari kita simak berapa lama kita menyesal kalau salah menentukan suatu pilihan.
Menyesal bermenit-menit kalau telat nonton konser
Menyesal berjam-jam kalau salah pilih kostum
Menyesal berhari-hari kalau salah makan
Menyesal berbulan-bulan kalau salah pilih pacar dan tukang cukur
Menyesal satu tahun kalau sering bolos sekolah
Menyesal lima tahun kalau salah pilih Presiden
Menyesal selama-lamanya kalau salah pilih "JALAN"...
("Aku inilah "JALAN" -- (Tuhan Yesus) dan kebenaran dan hidup......")
[Sumber diedit dari kiriman: Hari Prasetio]


 



Bukan aku Tapi Yesus

Jika ada 1.000 orang yang rindu kamu , aku ada didalamnya .....
Jika ada 100 orang yang menyayangimu pasti aku termasuk salah satunya ...
Jika ada 10 orang yang betul betul peduli kamu , percayalah salah satunya adalah aku ....
Tetapi jika ada 1 orang yang mau mati dan bangkit kembali untukmu , sorry itu bukan aku, tapi itu Jesus Kristus ....
Hanya Dia yang rela mati dan bangkit untukmu
(Sumber: Yunus-Solo)




ALLAH SAKIT

Setelah kebaktian Natal sekolah minggu selesai, Sita pulang dan dengan wajah sedih berkata pada ibunya, "Tuhan Allah sedang sakit keras, Bu."
"Mustahil," jawab ibunya, "Siapa yang mengatakan hal seperti itu kepadamu?"
"Tadi salah satu guru mengumumkan: 'Saya terpaksa menyampaikan kabar dukacita ini di tengah sukacita Natal pada kalian. Pagi ini Allah
memanggil salah satu guru sekolah minggu, yaitu Dokter Danu yang baik itu ke surga.'"(Sumber:E-Humor)

MELAYANI SAJA
Karena jengkel dengan kebandelan anak-anaknya, sebelum berangkat ke luar negeri, Pak Mario meninggalkan pesan yang ia kutip dari Matius
20:26. Dan begitu anak sulungnya membaca pesan itu, ia cepat-cepat mendekati adiknya.
"Hei, Bolly, kemarin kau bilang kau ingin jadi pembesar."
"Iya! Memang kenapa?" jawab adiknya. "Jadi pembesar kan enak. Tinggal perintah ini dan itu dengan jari telunjuk, lalu marah-marah dengan
kepalan di tangan."
"Bagus! Kalau begitu, tolong semirkan dulu sepatuku ini!"
"Ha! Apa hubungannya?"
"Nih, baca pesan Papa: Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu."
"Huuuh...!"
(Sumber : Senyum Sana-Sini )


KHOTBAH
Pendeta memberitahu jemaatnya, "Minggu depan saya merencanakan untuk berkotbah tentang dosa kebohongan. Untuk membantu anda memahaminya, saya ingin anda semua membaca Markus pasal 17."
Pada Minggu berikutnya, ketika bersiap menyampaikan kotbahnya, dia berkata, "Saya ingin tahu berapa banyak di antara anda telah membaca Markus 17."
Semua orang mengacungkan jarinya.
Pendeta itu tersenyum dan berkata, "Markus hanya memiliki 16 pasal. Sekarang saya akan memulai kotbah saya tentang dosa kebohongan."


sumber :http://www.sahabatsurgawi.net 












 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komen berarti Tanggapan. Terima Kasih :) Gbu